Monthly Archives: November 2015

Ujian Jebakan (kuliah ke 12)

Senin pagi dengan hati yang penuh harap agar UTS TIBK diundur lagi karena merasa belum siap ( baca : belum belajar. hehe), apalagi jam sudah menunjukkan pukul 07.40 namun Pak Agus belum datang juga, saya merasa sedikit lega karena menyangka ujian akan diundur. Namun apa yg terjadi? tiba-tiba Dosen datang dengan berlembar-lembar kertas ditangan dan itu adalah soal. Wuaaaaa panik sudah dimulai, tapi bagaimanapun ujian memang harus dihadapi, modal yakin dan modal ingatan yang tak seberapa ini yaudahlah kerjakan aja sebisamu (kata hati). Kami hanya diberi waktu satu jam, bagiku waktu satu jam itu tidak cukup untuk mengerjakan karena banyaknya yang harus dikerjakan. Waktu mengerjakan dimulai, and you know what happen with me?

Keringat mulai bercucuran padahal AC menyala, mulai panik dan merasa dikejar waktu malah membuat pekerjaan saya sering salah, membuatku kurang teliti dan semakin panik ketika pak Agus bilang waktu tinggal 10 menit padahal baru setengah jadi. Tapi yang sedikit nyebelin itu pas kita lagi panik-paniknya, pak Agus malah sibuk mengambil foto-foto kita. Tau sendiri lah ekpresiku gimana. Ah sudahlah

Tapi saat pak Agus bilang waktu habis sedangkan pekerjaanu belum selesai, saya hanya bisa pasrah dan rasanya agak lemes karena menguras tenaga banget. Namun apa yang dikatakan pak Dosen kepada kami? “Saya meraa senang dengan antusias kalian mengerjakan UTS, jadi diteruskan dirumah saja”. Waaa kami bersorak gembira sekali. Mungkin teman-teman juga belum selesai. Alhamdulillah sekali pokoknya, Terimakasih pak Agus ^_^

Kuliah ke 10 lagi (mencari E-Book)

Selain diajarkan tentang cara membuat Booklet, pada pertemuan ke 10 kita diajarkan untuk mencari dan mendownload E-Book, khususnya E-Book dari Rusia.

Caranya adalah sebagai berikut :

  1. Ketiklah alamat gen.lib.rus.ec pada URL lalu enter

4

2. Setelah enter, kemudian kita cari keyword buku yang akan kita cari. Contohnya kami mencari tentang counseling

5

3. setelah klik search dilaman yang sebelumnya, maka akan muncul tampilan seperti dibawah ini, semua buku yang dimuat dapat di download secara gratis dan cepat. 🙂

3

Kuliah ke 10 (cara membuat Booklet)

Layanan Bimbingan dengan Booklet

Salah satu bentuk layanan dengan menggunakan brosur selain Leaflet yang kemaren saya post adalah Booklet, yaitu informasi yang tertuang dalam bentuk buku yang praktis.

Cara untuk membuat Booklet adalah sebagai berikut :

  1. Menyiapkan materi atau bahan yang akan dibuat menjadi booklet, lalu jadikan lembaran tersebut menjadi 2 lembar seperti pada gambar dibawah ini

1

2. Lalu klik page layout dan klik pada coloum.

2

3. Maka bentuknya akan menjadi seperti ini

3

4. Agar lebih baik maka kita perlu mengatur pada page setup dan samakan format seperti gambar dibawah ini agar materi menjadi dua sheet.

4

5. Hasilnya akan menjadi seperti gambar dibawah ini

5

6. Setelah semuanya sudah selelsai, jangan lupa rapikan dan letakkan cover disamping kiri agar ketika di print tidak membingungkan. Booklet sudah jadi dan siap dipublikasikan 🙂

Selamat mencoba ^_^

6

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Teori Kepribadian Timur

Makalah Psikologi Kepribadian

TEORI KEPRIBADIAN ABHIDHAMMA

Abhidhamma telah berkembang 15 abad yang lalu, merupakan wawasan-wawasan dari budha Gautama. Buddhisme sendiri berkembang menjadi beberapa aliran yaitu Mahayana dan hinayana.

.   A.  UNSUR-UNSUR KEPRIBADIAN

            Dalam abhidhamma kata “kepribadian “ serupa dengan konsep atta atau diri (self) menurut konsep barat, menurut adbhidamma tidak ada diri yang bersifat kekal atau abadi , benar-benar kekal, yang ada hanyalah sekumpulan proses impersonal yang timbul dan menghilang, yang nampak sebagai kepribadian terbentuk dari perpaduan antara proses –proses impersonal ini, apa yang nampak sebagai diri tidak lain adalah bagian keseluruhan jumlah bagian-bagian tubuh yakni pikiran, penginderaan, hawa nafsu, dsb. Satu-satunya benang bersenimbungan atau bersambung –menyambung dalam jiwa adalah bhava yakni kesinambungan kesadaran diri waktu ke waktu.

Setiap momen yang berturut-turut dalam kesadaran manusia ,dibentuk oleh momen sebelumnya, dan pada gilirannya akan menentukan momen-momen yang berikutnya. Bhavalah yang menghubungkan momen kesadaran yang satu dengan momen kesadaran berikutnya, jadi semua proses kejiwaan manusia itu berkesinambungan.

            Menurut abhidahmma, bahwa kepribadian manusia itu sama seperti sungai memiliki bentuk yang tetap, seolah-olah satu identitas ,walaupun tidak setetes air pun tidak berubah seperti pada momen sebelumnya.dalam pandangan ini “ tidak ada aktor terlepas dari aksi, tidak ada orang yang mengamati terlepas dari persepsi ,tidak ada subjek sadar dibalik kesadaran” (dalam kata-kata Buddha ,samyutta –nikaya ,1972,135:hall,p.237”)

Yang menjadi fokus study psikologi abhidhamma adalah rangkaian peristiwa, yakni hubungan terus menerus antara keadaan-keadaan jiwa dan objek-objek indera misalnya perasaan bihari (keadaan jiwa) pada seorang wanita cantik (objek indera). Keadaan-keadaan jiwa itu selalu berubah dari momen ke momen dan perubahan itu ternyata sangat cepat. Metode dasar yang dipakai untuk meneliti perubahan yang sangat banyak dalam jiwa adalah intropeksi ,yakni suatu observasi teliti dan sistematik yang dilakukan oleh seseorang terhadap pengalamannya sendiri. Yang menjadi subjek psikologi abhidhamma adalah :

  1. Penginderaan dari panca indera
  2. Pikiran-pikiran yang dianggap sebagai indera keenam
  3. Setiap keadaan jiwa terdiri atas sekumpulan sifat-sifat jiwa yang disebut faktor-faktor jiwa, sifat-sifat jiwa misalnya cinta, benci, adil, bengis, social, dsb.

Abhidhamma menemukan 53 kategori faktor kejiwaan, yang lain menemukan 175 macam :

Prinsip-prinsip keadaan jiwa dapat dikemukakan sebagai berikut:

  1. Setiap keadaan jiwa hanya sebagian kecil kumpulan faktor yang hadir
  2. Kualitas-kualitas keadaan jiwa ditentukan oleh faktor-faktor mana yang digabungkan
  3. Abhidhamma yakin, bahwa setiap keadaan jiwa berasal dari pengaruh biologis dan pengaruh situasi ,disamping pemindahan pengaruh dari momen psikologis sebelumnya.
  4. Setiap keadaan jiwa pada gilirannya menentukan kombinasi khusus faktor-faktor dalam keadaan jiwa berikutnya.

Faktor-faktor jiwa berperan sebagai :

  1. Faktor-faktor sebagai kunci menuju karma (menurut istilah barat),karma menurut istilah pali, istilah teknis bagi abhidamma artinya karma adalah prisip bahwa setiap perbuatan dimotivasi oleh keadaan-keadaan jiwa yang melatarbelakangi.
  2. Menurut psikologi timur bahwa suatu tingkah laku pada hakikatnya secara moral ialah netral
  3. Sifat moral tingkah laku ditinjau dari motif-motif yang melatarbelakangi orang yang melakukan perbuatan itu
  4. Perbuatan seseorang memiliki campuran faktor-faktor jiwa negatif
  5. Dhammapada adalah kumpulan sajak yang dahulu diucapkan oleh budha Gautama ,mulai tentang ajaran karma dan kamma.
  6. Intinya: bahwa segala apa yang ada pada manusia adalah sebagai akibat yang pikirannya yakni berdasarkan pikirannya dan dibentuk oleh pikirannya juga

Jika orang bertindak atau berbicara dengan pikiran jahat maka pikiran sakit akan mengikutinya, sama seperti roda yang mengikuti lembu yang menariknya. sebaliknya , jika kita berbicara atau bertindak dengan pikiran murni ,maka kebahagiaan akan mengikutinya, sama seperti bayang-bayang yang tidak pernah meninggalkannya ( babbit,1965,p.3,hall,240).

  1. MACAM-MACAM FAKTOR JIWA

Mengenai faktor-faktor jiwa dapat dikelompokkan menjadi dua macam, yakni:

  1. Kusula : berarti murni, baik, sehat
  2. Akusula : berarti tidak murni, tidak baik, tidak sehat

Kebanyakan faktor jiwa perseptual, kognitif, dan afektif cocok untuk dimasukkan ke dalam kategori sehat atau tidak sehat. Penilaian tentang ”sehat” atau ”tidak sehat” dicapai secara empiris, berdasarkan pengalaman kolektif sejumlah besar petapa Buddhis pertama. Kriterium mengenai faktor jiwa sehat-tidak sehat adalah bahwa apakah suatu faktor jiwa khusus tertentu mempermudah atau mengganggu usaha mereka untuk mengheningkan jiwa dalam samadi (pertapaan). Dalam hal ini, faktor jiwa yang menganggu samadi disebut faktor jiwa tidak sehat. Sedangkan yang mempermudah jalannya untuk mengheningkan jiwa disebut faktor jiwa sehat.

Selain faktor-faktor jiwa sehat dan tidak sehat, terdapat juga tujuh sifat netral yang ada dalam setiap keadaan jiwa, yakni: 

  • Phasa : appersepsi, adalah kesadaran semata-mata ke suatu objek 
  • Sanna : persepsi, adalah pengenalan pertama bahwa kesadaran semata-mata pada suatu objek yang tersebut termasuk dalam salah satu indera. Misalnya: penglihatan, pendengaran, dan sebagainya. 
  • Cetana : kemauan, yakni reaksi terkondisi yang menyertai suatu objek
  • Vedana : perasaan, aneka penginderaan yang dibangkitkan oleh objek itu 
  • Ekaggata : keterarahan kepada suatu titik, yakni pemusatan kesadaran 
  • Manasikara : perhatian spontan, yakni pengarahan perhatian yang tidak disengaja karena daya tarik dari suatu objek 
  • Jivitindriya : energi psikis, yang memberi vitalitas dan mempersatukan keenam faktor jiwa lainnya. (Hall, p. 241).

Faktor-faktor tersebut diatas merupakan sejenis kerangka dasar kesadaran tempat tertanamnya faktor-faktor jiwa sehat dan tidak sehat. Namun kombinasi khusus faktor-faktor tersebut berbeda-beda dari momen ke momen.

  1. FAKTOR-FAKTOR JIWA TIDAK SEHAT

A).    Beberapa contoh faktor tidak sehatnya pada jiwa dari kelompok kognitif antara lain :

  1. 1. Moha : delusi, bersifat perseptual, sentral yakni kegelapan jiwa, penyebab persepsi salah pada objek kesadaran.
  2. Aditthi : pandangan salah, pemahaman tidak tepat karena pengaruh delusi, karena pandangan atau pemahaman salah maka semua yang tertuju menjadi tidak menyenangkan , misalnya pandangan diri sebagai yang tetap model barat, secara timur hal-hal tersebut adalah aditthi.
  3. 3. Vicikiccha : kebingungan, mencerminkan ketidak mampuan untuk menentukan atau membuat suatu keputusan yang tepat.
  4. Ahirika : sikap tidak tahu
  5. Anottapa : tanpa belas kasihan, bengis, kejam, sadis.
  6. Mana : egoisme, egoistis, mementingkan diri sendiri

B).   Sedangkan yang termasuk dalam kelompok afektif ialah :

  1. Uddhacca : keresahan , rasa tidak tentram

2           Kukkucca : kekhawatiran, yakni keadaan bingung, linglung, penyesalan

  1. Lobha : tamak, rakus, serakah
  2. Macchariya : kekikiran , pelit
  3. Issa : iri hati, menyebabkan keterikatan pada objek
  4. Dosa : kemuakan, merupakan sisi negatifnya dan selalu berhubungan dengan delusi
  5. Thina : kontraksi , pengerutan, kejang-kejang, gemetar
  6. Middha : kebekuan, sikap dingin .

Faktor-faktor tersebut penyebab jiwa menjadi kaku, tidak luwes, dan jika dominan maka orang menjadi lamban.

Faktor-faktor jiwa sehat bersifat polar dengan lawannya. Jalan tengah tidak ada. Prinsip polar tersebut dijadikan cara untuk membuat jiwa yang sehat, yakni mengganti faktor-faktor tidak sehat. Hal ini merupakan prinsip resiprokal yang menghambat timbal balik.

  1. FAKTOR JIWA SEHAT DARI KOGNITIF
  2. Panna : pemahaman, insight, lawan dari delusi, persepsi yang jelas. Panna dan moha tidak dapat hadir bersama .
  3. 2. Sati : sikap penuh perhatian, mind fulnness , pemahaman yang jelas dan kontinyu pada objek. Panna dan sati menyebabkan orang menjadi tenang selalu, dapat untuk menekan semua faktor tidak sehat
  4. Hiri : rendah hati , menghambat tidak tahu malu
  5. Ottappa : sikap penuh hati-hati , sikap tanpa penyesalan
  6. Cittujjukata : kejujuran, gandengan dari ottappa ( kejujuran )
  7. Saddaha : kepercayaan, yakni kepastian berdasarkan pada persepsi yang tepat, kombinasi dari hiri, ottapa , cittjjukata dan saddha.

  1. DINAMIKA KEPRIBADIAN

Dinamika kepribadian adalah gerak kepribadian yang terjelma dalam tingkah laku, baik yang nampak maupun tidak nampak dan terjadi karena interaksi antara faktor-faktor jiwa sehat dan tidak sehat. Jika terjadi dominasi dari faktor-faktor sehat atau tidak sehat tertentu, akan menghasilkan tipe-tipe kepribadian atau tingkah laku tertentu pada individu yang bersangkutan.

Beberapa contoh interaksi berbagai faktor jiwa dan bagaimana prilaku yang terjadi, atau menyebabkan sifat-sifat tingkah laku tertentu adalah sebagai berikut:

  • Kelompok faktor tidak sehat yang terdiri dari ketamakan, kekikiran, irihati, dan kemuakan dilawan oleh faktor-faktor ketidakterikatan (alobha), adosa (ketidakmuakan), tatramajjhata (tidak memihak), dan passadhi (sikap tenang), maka akan mencerminkan ketenangan fisik dan jiwa yang terjadi karena berkurangnya perasaan keterikatan.
  • Sikap-sikap alobha, adosa, tatramjjhata, dan passadhi menggantikan sikap rakus atau sebaliknya, sikap menolak, dengan sikap penuh perhatian terhadap apa saja yang mungkin timbul dalam kesadaran seseorang, yang menyebabkan timbulnya sikap menerima apa adanya.
  • Faktor-faktor sikap egois, irihati, kemuakan, menyebabkan orang haus atau mendambakan pekerjaan yang terpandang, tinggi dan mewah, atau iri hati terhadap orang lain yang mempunyai pekerjaan.
  • Sebaliknya, sikap-sikap tenang, bebas, ketidakmuakan, netral, menyebabkan orang mempertimbangkan keuntungan-keuntungan berupa upah dan prestasi dengan keinginan-keinginan seperti tekanan dan ketegangan yang lebih besar serta menilai secara adil. Sedangkan sikap netral memandang seluruh situasi dengan tenang.
  • Jika faktor-faktor kegembiraan (ahuta), luwes/fleksibel (muduta), dan kecakapan (paqunata) muncul pada prilaku, maka seseorang akan berpikir dan bertindak dengan leluasa dan mudah, mewujudkan ketrampilan-ketrampilannya secara maksimal.
  • Faktor tersebut menekan faktor-faktor kontraksi dan kebekuan yang tidak sehat itu, yang menguasai jiwa dalam keadan-keadaan tertentu seperti depresi. Dalam kehidupan sehari-hari, faktor sehat tersebut menyebabkan orang dapat menyesuaikan diri secara fisik dan psikis terhadap keadaan-keadaan yang senantiasa berubah serta dapat menghadapi tantangan-tantangan manapun yang mungkin timbul.
  1. PSIKODINAMIKA KEPRIBADIAN

Psikodinamika kepribadian dapat terjadi karena interaksi antara faktor-faktor jiwa dengan mekanisme sebagai berikut:

  • Faktor-faktor jiwa yang sehat dan tidak sehat saling menghambat
  • Tetapi tidak selalu terdapat hubungan satu lawan satu antara sepasang faktor-faktor sehat dan tidak sehat.
  • Kehadiran yang satu menekan faktor tandingannya.
  • Dalam beberapa hal satu faktor sehat akan menghambat sekumpulan faktor tidak sehat, misalnya, ketidakterikatan mampu secara sendirian menghambat ketamakan, kekikiran, irihati dan kemuakan.
  • Faktor-faktor kunci tertentu juga mampu menghambat sekumpulan faktor tandingan secara keseluruhan, misalnya jika terjadi delusi, maka tidak satupun faktor baik dapat timbul dan hadir secara bersamaan.
  • Karma seseoranglah sebagai penentu, apakah ia akan mengalami keadaan jiwa sehat atau keadaan jiwa tidak sehat.
  • Suatu kombinasi faktor merupakan hasil dari pengaruh-pengaruh biologis dan pengaruh-pengaruh situasi disamping juga merupakan pindahan pengaruh dari keadaan jiwa sebelumnya. Faktor-faktor tersebut biasanya timbul sebagai suatu kelompok, baik positif maupun negatif.
  • Dalam setiap keadaan jiwa tertentu, faktor yang membentuk keadaan jiwa tersebut muncul dengan kekuatan-kekuatan yang berbeda.
  • Faktor apa saja yang paling kuat, akan menentukan bagaimana seseorang mengalami dan bertindak dalam suatu momen tertentu
  • Meskipun mungkin semua faktor buruk hadir, namun keadaan yang dialami akan sangat berbeda, tergantung pada apakah misalnya ketamakan atau kebekuan yang mendominasi jiwa.
  • Hierarki kebutuhan dari faktor-faktor tersebut menentukan apakah keadaan spesifik itu akan menjadi positif atau negatif.
  • Jika faktor tertentu atau sekumpulan faktor seringkali muncul dalam keadaan jiwa seseorang, maka faktor tersebut akan menjadi sifat kepribadian.
  • Jumlah keseluruhan faktor-faktor jiwa yang sudah menjadi kebiasaan pada seseorang, menentukan sifat-sifat kepribadiannya.

Daftar sifat-sifat kepribadian menurut faktor-faktor jiwa sehat dan tidak sehat sebagai berikut :

  1. Perseptual (kognitif)
  2. Pemahaman (insight) : Delusi
  3. Sikap penuh perhatian : Pandangan yang salah
  4. Sikap rendah hati : Sikap tak tahu malu
  5. Sikap penuh hati-hati : kecerobohan
  6. Kepercayaan : Egois
  7. Afektif
  8. Ketenangan : keresahan
  9. Ketidak-terikatan : ketamakan
  10. Ketidak-muakan : kemuakan
  11. Kenetralan : Iri hati
  12. Kegembiraan : kekikiran
  13. Fleksibilitas : kekhawatiran
  14. Kemampuan adaptasi : pengerutan
  15. Kecakapan : kebekuan
  16. Kejujuran : kebingungan.

  1. TIPE-TIPE KEPRIBADIAN

Mengenai bagaimana timbunya beberapa tipe kepribadian menurut ajaran Abhidhamma adalah sebagai berikut:

  1. Bahwa tipe-tipe kepribadian menurut Abhidhamma, secara langsung diturunkan dari prinsip bahwa faktor-faktor jiwa muncul dalam kekuatan yang berbeda-beda.
  2. Motif pada manusia berasal dari analisis mengenai faktor-faktor jiwa dan pengaruh fakor-faktor tersebut pada tingkah laku. Motif itu menentukan keadaan jiwa seseorang untuk mencari sesuatu atau menjauhinya.
  3. Buku Visuddhimagga (Buddhaghosa, 1976), merupakan pedoman untuk meditasi sesuai dengan ajaran Abhidhamma abad kelima Masehi.

Tipe-tipe manusia menurut Visudhimagga antara ain ialah:

  1. Tipe orang suka kenikmatan: berpenampilan menarik, sopan dan menjawab dengan hormat jika disapa. Mereka melakukan tugas-tugas mereka dengan seni, rapi, sangat berhati-hati. Jika melihat objek yang menyenangkan, mereka akan berhati-hati untuk mengaguminya, terpesona oleh tindakan, dan tidak memperhatikan kekurangannya. Jika mereka meninggalkan objek yang yang indah dengan rasa sesal.
  2. Tipe orang pembenci: berdiri dengan kaku, tempat tidur dibereskan dengan serampangan dan tergesa-gesa, berdiri dengan tegang, dan marah jika dibangunkan. Jika bekerja, mereka kasar dan sembrono, jika menyapu berbunyi keras dan gaduh. Berpakaian ketat dan tidak rapi. Senang pada makanan pedas dan asam, makan tergesa-gesa dan tidak memperhatikan cita rasa, tidak suka makanan hambar. Mereka tidak tertarik pada objek-objek yang indah, memperhatikan kekurangan sampai yang kecil-kecil, sementara mengabaikan kebaikan-kebaikannnya, sering marah, penuh kebencian, kejam, mudah iri hati dan kikir.

  1. Tipe orang delusi, dapat dideskripsikan sebagai berikut :
  2. Pakaiannya compang-camping, benangnya berselawiran, kasar seperti rami,berat dan tidak enak dipakai.
  3. Mangkuknya dari tanah liat yang buruk atau mangkuk logam yang berat, bentuknya tidak serasi, memuakkan,tidak rata, tidak ada di desa sekitarnya.
  4. Desa yang cocok adalah desa yang tidak teratur, orangnya lalu-lalang seolah-olah tidak melihatnya.
  5. Orang yang menyalaminya adalah orang-orang yang kasar, kotor, tak sedap dipandang mata, makanan kotor, berbau dan menjijikkan.
  6. Makannya bubur yang telah hancur, dadih basi (langit-langit susu), bubur yang asam, kari dari sayuran tua-tua, atau apa saja asal dapat mengisi perut. Mengisi mulut sepenuh-penuhnya, ceroboh, mengotori muka (dalam bahasa jawa gabres).
  7. Cara berdiri seenaknya, suka tidur terlentang, bangun lamban, suka menggerutu, banyak keluh kesah, tempat tidur tidak rapi.
  8. Sebagai pekerja mereka tidak terampil, jorok, mereka menyapu dengan kaku dan serampangan, tidak bersih.
  9. Mereka tidak mempunyai ide baik atau jelek pada benda, percaya saja apa yang dikatakan oleh orang lain, lalu turut memuja atau mencelanya.
  10. Sering berkelakuan malas, kaku, kacau, mudah menyerah, dan bingung, dapat juga keras kepala dan bandel.

Tujuannya untuk melatih mengalahkan gejala- gejala psikologis yang dominan dengan demikian menjadikan jiwa mereka seimbang, sehingga dapat disebut manusia yang harmonis.

Sebaliknya, kondisi-kondisi untuk tipe orang penuh kebencian, semuanya dibuat serba seenak dan semudah mungkin. Bagi tipe delusi, segala sesuatunya harus dibuat sederhana dan jelas, menyenangkan serta enak, seperti kondisi untuk tipe penuh kebencian.

  1. KEPRIBADIAN SEHAT DAN GANGGUAN JIWA

Definisi operasional Kepribadian dapat dirumuskan sebagai berikut :

  1. Pribadi sehat : Tidak ada faktor-faktor tidak sehat atau selalu ada faktor sehat.
  2. Jiwa terganggu : Ada faktor jiwa tidak sehat. Gangguan jiwa timbul karena faktor tidak sehat menguasai kejiwaan seseorang.
  3. Kriterium untuk kesehatan jiwa : Adanya faktor-faktor yang sehat dan ketiadaan faktor-faktor yang tidak sehat dalam sistem pengelolaan sumber daya psikologis seseorang.

Beberapa contoh faktor sehat :

  1. Karuna : Kebaikan hati yang penuh kasih.
  2. Mudita : merasakan nikmat dalam kebahagiaan orang lain.
  3. Dalam kitab suci Buddha ada disebut oleh Buddha : “ semua orang yang tertarik hal-hal duniawi adalah gila”.
  4. Annusaya : kecenderungan-kecenderungan laten dari jiwa mengarah ke keadaan-keadaan jiwa tidak sehat.
  5. Meditasi : Sarana menuju Kepribadian Sehat.

  1. MENGEMBANGKAN KESEHATAN JIWA DAN KEPRIBADIAN

Setelah orang mengetahui faktor-faktor jiwa sehat dan tidak sehat maka dapat merasakan sendiri. Strategi untuk mencapai keadaan-keadaan jiwa sehat buka berupa usaha langsung mencari ataupun menunjukan sikap muak terhadap keadaan-keadaan tidak sehat. Pedekatan yang dianjurkan adalah melakukan meditasi atau samadi.

            Kegiatan meditasi ada dua cara, yaitu meditasi dengan terkonsentrasikan dan metode meditasi dengan sikap netral terhadap apa saja yang muncul dan hilang dalam arus kesadaran. Metode pertama disebut metode konsentrasi dan metode kedua disebut metode dengan sikap penuh perhatian.

1). Meditasi Dengan Konsentrasi

Metode meditasi dengan konsentrasi adalah seserorang yang melakukan meditasi (meditator) berusaha untk mengarahkan perhatian kepada hanya satu objek atau satu titik pusat. Selama mengembangka meditasi, meditator berusaha melampaui apa yang biasanya kita anggap sebagai batas- batas normal untuk mempertahankan hanya satu objek dalam kesadaran. Semakin mendalam konsentrasi, maka jiwa meditator makin stabil, dan faktor-faktor tidak sehat dapat ditekan.

Faktor –faktor yang mempercepat konsentrasi adalah :

  1. Vicara dan Vitakka : artinya perhatian yang diterapkan dan dipertahankan, memusatkan perhatian hanya pada satu objek secara terus menerus.
  2. Piti : perasaan perasaan terpesona
  3. Virinya : energi, tenaga
  4. Uphekka : ketenangan hati

Tingkatan samadi melalui dua cara, yaitu :

  1. Konsentrasi : pada tingkatan ini membangun ketenangan hati. Yang disebut konsentrasi adalah sebagai “jalan masuk”, keadaan faktor-faktor ini akan berfluktuasi. Dengan konsentrasi terus menerus pada satu objek, fluktuasi akan berubah menjadi stabilitas.
  2. Jhana : keadaan diluar kesadaran. Dalam beberapa tradisi Budha dan Hindu disebut samadi. Dalam jhana persepsi-persepsi dan pikiran-pikiran normal berhenti sama sekali.

2). Jalan Menuju Perubahan Kepibadian

Pada metode meditasi dengan sikap penuh perhatian, meditator tidak perlu mengatur arus kesadaran. Dengan metode ini, meditator berusaha mancapai kesadaran penuh kepada setiap dan semua isi jiwa. Meditator tidak membiarkan perhatiannya terpusat pada pikiran atau perasaan tertentu, tetapi berusaha mempertahankan sikap menjadi “saksi” yang netral terhadap semua itu.

Dalam samadi dengan penuh perhatian, terdapat tiga tingkat, ialah :

  1. Tahap Vipassana

Dimana sikap penuh perhatian begitu kuat, sampai membentuk kesinambungan dan masuk pada tahap kedua dalam proses meditasi yang disebut tahap pemahaman (insight) atau vipassana. Datangnya vipassana ditandai dengan persepsi yang semakin halus dan semakin tepat pada semua macam kegiatan kejiwaan. Meditator menyadari bahwa jiwanya terus-menerus berubah. Jiwa yang selalu berubah dan impersonal ini menyebabkan orang ingin melarikan diri. Akhirnya vipassana atau insight mencapai puncaknya disebut dengan nibbhana, jika semua proses kejiwaan berhenti secara total disebut dengan nirvanik yang bersifat nirvana.

  1. Tahap Nirvana

Dalam tahap nirvana tidak mengalami kebahagiaan dan ketenangan hati. Nirvana adalah keadaan yang lebih hampa dari pada jhana. Dalam abhidhamma bahwa tahap nirvana mengubah keadaan jiwa seseorang secara radikal dan kekal. Dengan melaksanakan samadi dengan penuh perhatian menuju vipassana (insight) atau pemahaman terus masuk ke nirvana adalah jalan menuju kepribadian yang sehat. Meskipun nirvana merupakan suatu langkah kunci, namun bukan merupakan akhir dari jalan Abhidhamma. Jika jalan jhana mempunyai pengaruh bagi kepribadian seseorang maka pengaruh nirvana tidak terusik lagi.

  1. Tahap Arahat

Tingkat arahat adalah tingkat ideal kepribadian sehat. Arahat merupakan hakikat dari kesehatan jiwa dan kepribadian manusia menurut Abhidhamma. Sifat-sifat kepribadian seorang arahat diubah secara permanen atau tetap. Bahwa semua motif, persepsi, atau perbuatan yang dibawah pengaruh faktor tidak sehat akan lenyap. Artinya semua motif, persepsi dan perbuatan orang arahat di bawah pengaruh faktor jiwa yang sehat.

I.TENTANG MIMPI

Abhidhamma mengatakan bahwa mimpi adalah sifat istimewa lain dari aharat. Ada empat macam tipe mimpi pada manusia, yakni:

  1. Tipe pertama, mimpi yang disebabkan oleh sejenis gangguan pada organ atau otot, dan biasanya menyangkut suatu persaan fisik yang menakutkan, misalnya jatuh, terbang, atau dikejar-kejar harimau. Bermacam-macam mimpi buruk termasuk tipe mimpi ini.
  2. Tipe kedua, mimpi yang ada hubungannya dengan kegiatan-kegiatan yang dilakukan orang pada siang harinya, dan menggemakan pengalaman-pengalaman yang sudah berlalau tersebut. Mimpi semacam ini kerap terjadi.
  3. Tipe ketiga, mimpi tentang suatu peristiwa aktual sebagai mana peristiwa itu terjadi, mirip dengan prinsip sinkronitas pada pendapat C.G.Jung.
  4. Tipe keempat, mimpi yang bersifat waskita (clairvoyant), suatu ramalan yang tepat tentang peristiwa-peristiwa yang akan terjadi. Jika seorang arahat bermimpi maka mimpinya itu selalu bersifat waskita (Van Aung, 1972).

BAB III

PENUTUP

KESIMPULAN

Abhidhamma telah berkembang 15 abad yang lalu, merupakan wawasan-wawasan dari budha Gautama. Buddhisme sendiri berkembang menjadi beberapa aliran yaitu Mahayana dan hinayana.

“kepribadian” abhidhamma serupa dengan konsep atta atau diri (self) menurut adbhidamma hanyalah sekumpulan proses impersonal yang timbul dan menghilang, yang terbentuk dari perpaduan antara proses –proses impersonal yakni pikiran, penginderaan, hawa nafsu, dsb.

Jiwa berperan sbahwa segala apa yang ada pada manusia adalah sebagai akibat yang pikirannya yakni berdasarkan pikirannya dan dibentuk oleh pikirannya juga

Terdapat tujuh sifat netral yang ada pada setiap keadaan jiwa yang merupakan kerangka dasar kesadaran tempat tertanamnya faktor-faktor jiwa sehat dan tidak sehat. Namun kombinasi khusus faktor-faktor tersebut berbeda-beda dari momen ke momen.

Dinamika kepribadian adalah gerak kepribadian yang terjelma dalam tingkah laku, baik yang nampak maupun tidak nampak dan terjadi karena interaksi antara faktor-faktor jiwa sehat dan tidak sehat. Psikodinamika kepribadian dapat terjadi karena interaksi antara faktor-faktor jiwa dengan mekanisme.

Strategi untuk mencapai keadaan-keadaan jiwa sehat dengan Pedekatan yang dianjurkan adalah melakukan meditasi atau samadi.

DAFTAR PUSTAKA

http://www.psychologymania.com/2011/09/psikologi-timur.html

http://tekatika.blogspot.com/2012/04/kepribadian-timur-abhidamma.html

TEORI HOPPOCK

Teori Pemilihan Jabatan Hoppock

Agar seseorang mempunyai pilihan yang tepat terhadap suatu pekerjaan, jabatan atau kariernya, Hoppock mengemukakan 10 pokok pikiran yang kemudian dijadikan tulang punggung teorinya. Butir-butir dari teori pemilihan jabatan tersebut diantanya:

  1. Pekerjaan yang dipilih sesuai dengan kebutuhan atau untuk memenuhi kebutuhan. Kebutuhan yang dimaksud adalah kebutuhan fisik dan psikologis. Setiap individu akan menghadapi kebutuhan fisik maupun psikologis yang memiliki pengaruh kepada individu bersangkutan yang satu dengan yang lainnya berbeda-beda. Oleh karena itu Hoppock menyimpulkan bahwa reaksi individu terhadap kebutuhan fisik dan psikologis memiliki pengaruh terhadap arah pilih jabatan.
  2. Pekerjaan, jabatan atau karier yang dipilih adalah jabatan yang diyakini bahwa jabatan itu paling baik untuk memenuhi kebutuhannya. Individu memilih pekerjaan, jabatan atau karier adalah jabatan yang paling memenuhi kebutuhan yang paling diinginkan
  3. Pekerjaan, jabatan atau karier tertentu dipilih seseorang apabila untuk pertama kali dia menyadari bahwa jabatan itu dapat membantunya dalam memenuhi kebutuhannya. Orang menyadari tentang berbagai jenis pekerjaan dengan berbagai jenis situasinya, dan secara langsung dia akan menyadari bahwa pekerjaan itu dapat memberikan pengalaman yang memuaskan dan ada pula yang memberikan pengalaman yang tidak menyenangkan atau mengecewakan, yang mengakibatkan seseorang akan tertarik atau menghindari pekerjaan tertentu. Menurut Hoppock pada saat inilah pemilihan jabatan baru dimulai.
  4. Kebutuhan yang timbul mungkin bisa diterima secara intelektual yang diarahkan untuk tujuan tertentu.
  5. Pemilihan pekerjaan, jabatan atau karier akan menjadi lebih baik apabila seseorang lebih mampu memperkirakan bagaimana sebaiknya jabatan yang akan datang itu akan memenuhi kebutuhannya.
  6. Informasi mengenai diri sendiri mempengaruhi pilihan pekerjaan, jabatan atau karier karena dengan demikian seseorang akan mengetahui apa yang diinginkannya, dan ia mengetahui pekerjaan yang tepat bagi potensi dirinya.
  7. Informasi mengenai jabatan akan membantu dalam pemilihan jabatan karena informasi tersebut membantunya didalam menemukan apakah pekerjaan-pekerjaan itu dapat memenuhi kebutuhannya, dan membantunya untuk mengantisipasi seberapa jauh kepuasan yang dapat diharapkan dalam suatu pekerjaan bila dibandingkan dengan pekerjaan lain. Meskipun seseorang mempunyai pengetahuan yang lengkap tentang sifat-sifat pribadinya sendiri, pengetahuan ini kurang bermanfaat untuk menyusun rencana vokasional apabila tidak diperoleh pengetahuan tentang jabatan. Maka dari itu pengetahuan mengenai rintangan yang cukup luas mempunyai dampak tertentu terhadap arah pilih jabatan seseorang. Misalnya banyak anak-anak yang memiliki minat menjadi insinyur sebab mereka akan merasa puas apabila melakukan pekerjaan luar dan tidak menyadari bahwa para insinyur yang sukses akan menempatkan dirinya sebagian besar menghabisakan waktunya diatas mejanya.
  8. Kepuasan dalam pekerjaan tergantung pada tercapai atau tidaknya kebutuhan seseorang. Jadi, tingkat kepuasan ditentukan oleh perbandingan antara apa yang diperoleh dan apa yang diinginkan. Jika suatu pekerjaan memenuhi kebutuhan psikologis dan fisik yang dianggap sangat penting bagi individu maka dia akan merasa senang atau mendapat kepuasan dalam pekerjaan itu. Demikian sebaliknya. Selama perbandingan itu dapat dipelihara maka seseorang akan selalu terikat dengan pekerjaannya tanpa berpindah ke lapangan kerja lain. Yang perlu ditekankan disini ialah bahwa kepuasan bukan semata-mata berdasarkan uang yang diterima, melainkan termasuk juga juga bagaimana seseorang memandang dirinya, bagaimana orang lain memandang, melihat atau menghargai pekerjaan, pentingnya pekerjaan yang dilaksanakan dan variabel-variabel yang lain seperti pakaian seragam, title yang digunakan.
  9. Kepuasan kerja dapat diperoleh dari suatu pekerjaan yang memenuhi kebutuhan sekarang atau dari suatu pekerjaan yang menyajikan terpenuhinya kebutuhan di masa mendatang.
  10. Pilihan pekerjaan selalu dapat berubah apabila seseorang yakin bahwa perubahan tersebut lebih baik untuk pemenuhan kebutuhannya.

Sumber : https://asrofulkhadafi.wordpress.com/2012/04/24/landasan-teori-dalam-bimbingan-karier/

KULIAH ke 9 (cara membuat leaflet) versi 2

Melanjutkan postingan sebelumnya, maka saya akan berbagi cara membuat leaflet.

Cara Membuat Leaflet dengan menggunakan Ms.Word :

  1. Ambilah bahan yang akan digunakan menjadi leaflet, lalu jadikan bahan tersebut menjadi 2 lembar seperti pada gambar dibawah ini

1

2. Aturlah menggunakan page layout menjadi seperti pada gambar dengan aturan 1 cm pada margin

 

2

3. Atur pada bagian Paper menjadi A4

3

4. Atur pada bagian Layout di Header dan Footer mejadi 0

4

5. Kemudian akan didapati seperti pada gambar

5

6. Agar menjadi leaflet maka langkah selanjutnya adalah membuat kertas menjadi 3 bagian dengan cara klik coloum dan pilih three

6

7. Akan diperoleh hasil seperti dibawah ini, lalu tambahkan gambar berwarna yang sesuai dengan point-point agar lebih menarik pembaca

7

8. Langkah akhir adalah menambahkan Cover yang menarik disertai identitas Guru BK. Selesai 🙂

8

KULIAH ke 9 (leaflet) versi 1

Layanan Bimbingan dengan menggunakan Leaflet

Leaflet adalah sebuah informasi yang dicetak di selembar kertas kecil agar mudah dibagikan dan dibawa orang. Terkadang, selembar leaflet dilipat menjadi dua atau tiga supaya terlihat lebih ringkas dan praktis. Tujuan dari leaflet adalah untuk menyebar luaskan suatu informasi. Leaflet biasanya dicetak dalam jumlah banyak dan dibagikan ke masyarakat yang menjadi target penyampaian informasinya. Nah sebagai Guru BK sasaran kita adalah siswa, tentunya leaflet ini bertujuan agar siswa tertarik untuk membaca, dan jika dirasa siswa mengalami permasalahan yang ada di leaflet maka siswa dapat berkonsultasi dengan menemui Guru BK nya seperti yang tertera pada leaflet tersebut.

Mengapa guru BK berinisiatif membuat leaflet? Karena seperti yang kita ketahui bahwa guru BK berbeda dengan guru mata pelajaran, guru mata pelajaran dapat menggunakan LKS atau Modul dalam proses belajar mengajar, sedangkan guru BK tidak memiliki LKS seperti guru mata pelajaran, maka dari itu guru BK harus pandai untuk memanfaatkan teknologi untuk mempermudah dalam memahami dan mengatasi permasalahan siswa. Salah satunya dengan leaflet tersebut, cara ini juga dapat meningkatkan kedekatan antara gru BK dengan siswa dan dapat mengurangi persepsi yang salah tentang guru BK.

Berikut adalah gambar dari leaflet mengenai Cara Belajar yang Efektif dan Menyenangkan

leaflet 1

leaflet 2

Nah untuk cara membuatnya akan saya terangkan dipostingan selanjutnya 🙂

KULIAH ke 8

Kuliah hari ini adalah Mengembangkan bahan dan media mengenai permasalahan diri

langkah pertama adalah kita memilih salah satu permasalahan yang  kita anggap paling berat untuk dikembangkan sebagai bahan dan media mengenai permasalahan diri, lalu dengan satu permasalahan tersebut kita membuat JUDUL yang menarik agar pembaca tertarik untuk membaca tulisan kita meskipun hanya melihat judulnya. Setelah kita menemukan judul yang tepat maka langkah selanjutnya adalah mencari materi di internet tentang judul tersebut, misalnya judul saya adalah CARA BELAJAR YANG EFEKTIF DAN MENYENANGKAN maka saya akan mencari berbagai bahan untuk judul tersebut di internet agar menghasilkan tulisan yang menarik dan bermanfaat. Pada akhirnya tulisan tersebut kita susun secara rapi disertai sumber yang kita ambil atau alamat web yang kita ambil.

KULIAH ke 7 (format WHO AM I)

Pertemuan ke 7 / 19 oktober 2015

Kuliah kita hari ini adalah membuat format WHO AM I di excel. Pertama-tama yang harus dilakukan adalah membuat 3 sheet dengan nama ENTRI DATA, KELOMPOK, INDIVIDUAL. Setelah itu kita mulai entri data satu kelas, namun sebelum itu kita perlu mendapatkan data satu kelas dengan cara mengirimkan data kita ke email salah satu teman dan digabungkan menjadi satu. Kira-kira seperti inilah isi dari entri data

entri data

Setelah entri data kita lanjut ke sheet yang selanjutnya yaitu KELOMPOK, pengisiannya menggunakan rumus yang sudah didownload di Be-smart versi 2 seperti rumus VLOOKUP dan IF

kel

Yang terakhir adalah membuat laporan individual dengan rumus VLOOKUP, laporan ini merupakan analisa secara singkat tentang individu tersebut.

ind

KULIAH ke 6

Peretemuan ke 6 / 12 Oktober 2015

Pada pertemuan ke enam kami diberi sebuah angket bertuliskan ‘ WHO AM I’ untuk diisi sesuai dengan keadaan kami masing-masing. Dengan memberikan tanda centang disetiap jawaban yang kami anggap sesuai dengan kondisi kami, setelah semua pertanyaan terjawab kami diaja untuk menuju langkah selanjutnya yaitu menghitung jumlah skor dari tes tersebut. Jadi pada PPT (power point) yang ditayangkan didepan kelas terpapar masing-masing skor dari tiap jawaban, yang pada akhirnya dijumlah dan dianalisis dengan pernyataan yang menunjukkan Who am i.

Pada akhirnya akan diperoleh kategori seperti ini :

37,5-45 Memiliki kepribadian optimis sekali, sangat menyenangkan dan percaya pada diri
30,5-37 Berkepribadian optimis, menyenangkan dalam bergaul dan percaya pada diri

 

23,5-30 Cukup Optimis, agak menyenangkan dan cukup percaya pada diri sendiri
16,5-23 Kurang optimis, kurang menyenangkan dan kurang percaya pada diri sendiri

 

Setelah analisis tes Who am I selsesai, kami melanjutkan materi selanjutnya yaitu Membuat akun Be-smart versi 2.

Dengan alamat  http://besmart.uny.ac.id/v2/

Disini kita diajari untuk menjadi anggota dari Be-smart, dengan cara membuat akun baru dan login ke mata kuliah TIBK, kami mencoba untuk chatting dan membuka forum diskusi di Be-smart. Menjadi anggota Be-smart sangat bermanfaat karena kita bisa memperoleh materi kuliah dengan cara mendownloadnya, dan jika mengalami kesulitan kita bisa membuka forum diskusi dan bisa tanya langsung ke dosen pengampu maupun ke teman-teman yang lain.