TEORI HOPPOCK

Teori Pemilihan Jabatan Hoppock

Agar seseorang mempunyai pilihan yang tepat terhadap suatu pekerjaan, jabatan atau kariernya, Hoppock mengemukakan 10 pokok pikiran yang kemudian dijadikan tulang punggung teorinya. Butir-butir dari teori pemilihan jabatan tersebut diantanya:

  1. Pekerjaan yang dipilih sesuai dengan kebutuhan atau untuk memenuhi kebutuhan. Kebutuhan yang dimaksud adalah kebutuhan fisik dan psikologis. Setiap individu akan menghadapi kebutuhan fisik maupun psikologis yang memiliki pengaruh kepada individu bersangkutan yang satu dengan yang lainnya berbeda-beda. Oleh karena itu Hoppock menyimpulkan bahwa reaksi individu terhadap kebutuhan fisik dan psikologis memiliki pengaruh terhadap arah pilih jabatan.
  2. Pekerjaan, jabatan atau karier yang dipilih adalah jabatan yang diyakini bahwa jabatan itu paling baik untuk memenuhi kebutuhannya. Individu memilih pekerjaan, jabatan atau karier adalah jabatan yang paling memenuhi kebutuhan yang paling diinginkan
  3. Pekerjaan, jabatan atau karier tertentu dipilih seseorang apabila untuk pertama kali dia menyadari bahwa jabatan itu dapat membantunya dalam memenuhi kebutuhannya. Orang menyadari tentang berbagai jenis pekerjaan dengan berbagai jenis situasinya, dan secara langsung dia akan menyadari bahwa pekerjaan itu dapat memberikan pengalaman yang memuaskan dan ada pula yang memberikan pengalaman yang tidak menyenangkan atau mengecewakan, yang mengakibatkan seseorang akan tertarik atau menghindari pekerjaan tertentu. Menurut Hoppock pada saat inilah pemilihan jabatan baru dimulai.
  4. Kebutuhan yang timbul mungkin bisa diterima secara intelektual yang diarahkan untuk tujuan tertentu.
  5. Pemilihan pekerjaan, jabatan atau karier akan menjadi lebih baik apabila seseorang lebih mampu memperkirakan bagaimana sebaiknya jabatan yang akan datang itu akan memenuhi kebutuhannya.
  6. Informasi mengenai diri sendiri mempengaruhi pilihan pekerjaan, jabatan atau karier karena dengan demikian seseorang akan mengetahui apa yang diinginkannya, dan ia mengetahui pekerjaan yang tepat bagi potensi dirinya.
  7. Informasi mengenai jabatan akan membantu dalam pemilihan jabatan karena informasi tersebut membantunya didalam menemukan apakah pekerjaan-pekerjaan itu dapat memenuhi kebutuhannya, dan membantunya untuk mengantisipasi seberapa jauh kepuasan yang dapat diharapkan dalam suatu pekerjaan bila dibandingkan dengan pekerjaan lain. Meskipun seseorang mempunyai pengetahuan yang lengkap tentang sifat-sifat pribadinya sendiri, pengetahuan ini kurang bermanfaat untuk menyusun rencana vokasional apabila tidak diperoleh pengetahuan tentang jabatan. Maka dari itu pengetahuan mengenai rintangan yang cukup luas mempunyai dampak tertentu terhadap arah pilih jabatan seseorang. Misalnya banyak anak-anak yang memiliki minat menjadi insinyur sebab mereka akan merasa puas apabila melakukan pekerjaan luar dan tidak menyadari bahwa para insinyur yang sukses akan menempatkan dirinya sebagian besar menghabisakan waktunya diatas mejanya.
  8. Kepuasan dalam pekerjaan tergantung pada tercapai atau tidaknya kebutuhan seseorang. Jadi, tingkat kepuasan ditentukan oleh perbandingan antara apa yang diperoleh dan apa yang diinginkan. Jika suatu pekerjaan memenuhi kebutuhan psikologis dan fisik yang dianggap sangat penting bagi individu maka dia akan merasa senang atau mendapat kepuasan dalam pekerjaan itu. Demikian sebaliknya. Selama perbandingan itu dapat dipelihara maka seseorang akan selalu terikat dengan pekerjaannya tanpa berpindah ke lapangan kerja lain. Yang perlu ditekankan disini ialah bahwa kepuasan bukan semata-mata berdasarkan uang yang diterima, melainkan termasuk juga juga bagaimana seseorang memandang dirinya, bagaimana orang lain memandang, melihat atau menghargai pekerjaan, pentingnya pekerjaan yang dilaksanakan dan variabel-variabel yang lain seperti pakaian seragam, title yang digunakan.
  9. Kepuasan kerja dapat diperoleh dari suatu pekerjaan yang memenuhi kebutuhan sekarang atau dari suatu pekerjaan yang menyajikan terpenuhinya kebutuhan di masa mendatang.
  10. Pilihan pekerjaan selalu dapat berubah apabila seseorang yakin bahwa perubahan tersebut lebih baik untuk pemenuhan kebutuhannya.

Sumber : https://asrofulkhadafi.wordpress.com/2012/04/24/landasan-teori-dalam-bimbingan-karier/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

60 + = 67