Ujian Jebakan (kuliah ke 12)

Senin pagi dengan hati yang penuh harap agar UTS TIBK diundur lagi karena merasa belum siap ( baca : belum belajar. hehe), apalagi jam sudah menunjukkan pukul 07.40 namun Pak Agus belum datang juga, saya merasa sedikit lega karena menyangka ujian akan diundur. Namun apa yg terjadi? tiba-tiba Dosen datang dengan berlembar-lembar kertas ditangan dan itu adalah soal. Wuaaaaa panik sudah dimulai, tapi bagaimanapun ujian memang harus dihadapi, modal yakin dan modal ingatan yang tak seberapa ini yaudahlah kerjakan aja sebisamu (kata hati). Kami hanya diberi waktu satu jam, bagiku waktu satu jam itu tidak cukup untuk mengerjakan karena banyaknya yang harus dikerjakan. Waktu mengerjakan dimulai, and you know what happen with me?

Keringat mulai bercucuran padahal AC menyala, mulai panik dan merasa dikejar waktu malah membuat pekerjaan saya sering salah, membuatku kurang teliti dan semakin panik ketika pak Agus bilang waktu tinggal 10 menit padahal baru setengah jadi. Tapi yang sedikit nyebelin itu pas kita lagi panik-paniknya, pak Agus malah sibuk mengambil foto-foto kita. Tau sendiri lah ekpresiku gimana. Ah sudahlah

Tapi saat pak Agus bilang waktu habis sedangkan pekerjaanu belum selesai, saya hanya bisa pasrah dan rasanya agak lemes karena menguras tenaga banget. Namun apa yang dikatakan pak Dosen kepada kami? “Saya meraa senang dengan antusias kalian mengerjakan UTS, jadi diteruskan dirumah saja”. Waaa kami bersorak gembira sekali. Mungkin teman-teman juga belum selesai. Alhamdulillah sekali pokoknya, Terimakasih pak Agus ^_^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

− 1 = 2